peri4d
LIVETidak. Peri memang kerap hadir sebagai penolong, tetapi cerita rakyat dan dongeng juga dapat menggambarkannya sebagai sosok jahat. Jadi, peri bukan tokoh dengan satu tugas tetap: perannya bergantung pada cara sebuah kisah menempatkannya. [1]
Penolong yang mengubah jalan cerita
Dalam dongeng dan cerita cinta, peri sering digambarkan membantu manusia. Cinderella, misalnya, ditolong oleh ibu peri ketika sedang kesulitan. Namun, pola yang akrab ini bukan berarti semua peri selalu datang untuk menyelesaikan masalah tokoh. [1]
Jika peri membantu seorang tokoh, bantuan itu dapat menjadi titik yang mengubah arah kisah. Sebaliknya, dalam cerita yang menggambarkan peri sebagai jahat, kehadirannya bisa menjadi sumber perlawanan atau kesulitan baru. Itu cara membaca fungsi tokoh, bukan aturan yang berlaku untuk setiap cerita. [1]
Satu sebutan, beragam penggambaran
Dalam bahasa Indonesia, "peri" kerap digunakan untuk menerjemahkan tokoh yang disebut elf atau fairy dalam cerita Eropa. Istilah tersebut tidak menunjuk pada satu rupa yang seragam: kisah-kisah rakyat memberi definisi dan gambaran peri yang berbeda-beda. [1]
Wujudnya dapat digambarkan sebesar manusia atau berukuran kecil, bersayap maupun tidak. Ada pula gambaran peri yang berubah rupa, atau mengambil bentuk perempuan cantik yang tiba-tiba menghilang. Dalam gambaran Shakespeare sekitar 1592, peri muncul sebagai sprite atau perempuan cantik bersayap; cerita Skandinavia dan Eropa Utara kuno juga mengaitkannya dengan makhluk gaib atau jelmaan alam. [1]
Ragam rupa itu membuat penampilan saja tidak cukup untuk memastikan apakah peri akan menolong atau merugikan. Untuk memahami fungsinya, perhatikan tindakan dan pengaruhnya terhadap tokoh lain: apakah ia membantu, ikut campur, atau justru menambah kesulitan. Perbedaan peran itulah yang membuat peri dapat membawa kisah ke arah yang berlainan. [1]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Peri. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29866733&title=Peri (diakses 2026-10-03).